Sabtu, 13 September 2008

Almarhum Bapakku - Asikin Soemarsono - Idolaku








Dengan prinsip 'Segala sesuatu yang terjadi dihadapan kita baik itu yang kelihatannya positif maupun yang tampaknya menyedihkan pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya kalau kita bisa bersabar menerima dan pasrah terhadap apa yang kita upayakan dengan maksimal' membuat Bapak selalu sehat baik fisik maupun rohani, praktis sejak muda hingga sekarang jarang sekali Bapak beristirahat di rumah karena alasan sakit dan memang frekuensi sakitnya pun sangatlah jarang itupun hanya flu biasa. Apalagi dengan keaktifan Bapak dalam Satria Nusantara bahkan berperan sebagai Bendahara SN Malang hingga saat sebelum meninggal, di kalangan teman-teman seusia Bapak, beliau sangatlah sehat baik fisik maupun rohani. Ada beberapa hal yang perlu dicontoh dan ditauladani dari keseharian Bapak selama ini :


1. Kesederhanaan dalam Berpakaian.

Dengan memahami pengertian sepenuhnya bahwa seseorang itu dihargai bukan karena tampilan fisiknya tetapi karena kemampuan otaknya maka Bapak berhasil menampakkan satu sosok yang konsisten dalam kehidupan yang tampak sederhana tetapi sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Orang yang pertama kali bertemu dengan Bapak tidak akan pernah menyangka bahwa Bapak adalah salah satu Direktur dari sebuah konsultan kenamaan dan beberapa perusahaan di Jawa Timur ini.


2. Kesederhanaan dalam Cara Berpikir.

Seringkali kita menghadapi problem yang menurut kita sudah cukup kritis ternyata dengan cara melihat permasalahan yang bisa sama sekali berbeda, bisa didapatkan penyelesaian masalah yang luar biasa mudah sebenarnya.


3. Kesederhanaan dalam penampilan.

Siapapun yang dihadapi maupun ditemui Bapak baik itu orang penting, pejabat maupun yang lain, tidak terjadi perubahan yang drastis dalam cara berpakaian Bapak, sehingga seringkali orang akan salah menilai kualitas dan kemampuan Bapak. Kita harus menyadari bahwa manusia hidup itu sudah pasti akan mengalami kesulitan tetapi kemudahan dan kemewahan itu belum tentu bisa dinikmati oleh semua orang, oleh karena kalau kita sudah terbiasa hidup sederhana sangatlah mudah untuk menjadi orang kaya. Ada kalimat yang mengatakan bahwa 'tukang becakpun kalau diberi pakaian jenderal dia akan mampu berlagak bak seorang jenderal, tetapi untuk menjadi jenderal beneran itu yang tidak gampang'.


4. Kesederhanaan dalam konsep Desain Bangunan.

Kalau kita amati hasil bangunan yang Bapak hasilkan terlihat kesan sederhana dalam desain bangunan namun kalau ditinjau dari sisi fungsional akan terasa sekali bahwa layout ruangan sangat bagus untuk dipergunakan sesuai dengan kebutuhan pendirian bangunan, sehingga orang baru bisa mengerti kelebihan setelah masuk kedalam bangunan tersebut.


5. Keyakinan bahwa setiap orang punya kemampuan apapun latar belakang yang dia miliki.

Bisakah kita bayangkan bahwa kita memulai sesuatu usaha dengan dukungan orang-orang yang memiliki latar belakang SD, STM, SMA bahkan lulusan SMA jurusan Sosial dalam satu bidang yang sarat dengan ilmu teknik bangunan. Sudah lebih dari 300 orang yang dilahirkan dari Biro Arsitek dan Insinyur ADI ini dan rata-rata mereka merasakan manfaat yang diperoleh selama bekerja di CV. ADI.


6. Keyakinan bahwa Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi tanpa adanya ikatan dinas bagi perusahaan.

Bisa dilihat berapa banyak orang yang sudah diberi kesempatan untuk menyelesaikan sekolah Tinggi maupun Perguruan Tinggi dan berhasil meraih gelar sarjana meskipun dengan latar belakang yang sangat beragam, dan pada saat selesai sekolah mereka berhenti dari pekerjaan adalah sesuatu yang wajar terjadi di CV. ADI, meskipun biaya sekolah, waktu belajar seringkali berbentrokan dengan kebutuhan bisnis perusahaan tetapi pengaturan waktu tersebut sangat fleksibel yang membuat orang yang bekerja tetap bisa meraih gelar kesarjanaan sebagaimana yang diinginkan. Demikian pula setiap orang yang mendapatkan sepeda motor dalam menjalankan tugas pada saat dia mengundurkan diri perusahaan maka kendaraan tersebut seolah merupakan jatah pribadi personal tersebut.


7. Investasi terhadap tools yang baik adalah merupakan suatu keharusan bagi Bapak.

Teringat pada saat saya masih kuliah dimana Bapak hanya memberikan uang kuliah yang relatif sangat sedikit untuk ukuran kelas kebanyakan bahkan dengan harga sepatu Rp. 6.000 ( tahun 1985 ), namun saya memiliki kalkulator yang sangat bagus maupun komputer yang pertama dilingkungan teman-teman seangkatan kuliah. Kursus komputer sudah saya selesaikan pada tahun 1985 dimana harga komputer masih sangat mahal pada saat itu. Demikian pula dengan peralatan kantor yang termasuk kelas satu untuk jenis usaha sekelas yang ada bahkan untuk kelas di Jawa Timur. Tidak salah kalau Bapak membeli sekian banyak komputer untuk menguasai AutoCAD bagi kemudahan desain dan proses revisi pada setiap proyek yang dikerjakan perusahaan sehingga akhirnya tim CV Adi menjadi salah satu konsultan yang mampu bertahan hingga saat ini yang sudah berusia 20 tahun tersebut.


8. Selalu bersiap menghadapi kondisi usaha terjelek sehingga kelebihan pendapatan diwujudkan dalam bentuk aset yang cukup.

Puluhan hektar tanah, puluhan rumah maupun puluhan perusahaan sudah dipersiapkan Bapak dalam upaya bersiap diri menghadapi kondisi terjelek bagaimanapun, bisa dibayangkan apabila pada tahun 1986 dimana TMP terjadi di Indonesia dari sekitar 90 proyek per tahun tinggal 4 proyek dalam setahun yang bisa dikerjakan, sehingga diversifikasi yang dilakukan adalah memanfaatkan tanah yang ada sebagai ladang untuk berswasembada menghadapi kondisi tersebut, swasembada beras, produksi susu sapi perah, memelihara ikan mas dan lele, membuka ladang jeruk, membuka pabrik tegel maupun paving stone, dan berbagai usaha yang diupayakan agar roda usaha maupun kelangsung karyawan tetap bisa dipertahankan.


9. Harmoni dengan lingkungan sekitar selalu dipertahankan.

Meskipun secara materi Bapak mampu membelikan mobil paling mahal saat itu, Bapak merasa bahwa tempat tinggal kita bukanlah lingkungan yang cocok untuk kondisi berlebih-lebih pada saat itu sehingga pemakaian mobil diesel merupakan suatu pilihan yang diambil baik bagi operasional perusahaan maupun keperluan keluarga, 3 buah Chevrolet Diesel, Holden Gemini Diesel, Daihatsu Taft Diesel, VW Kodok, Jeep Toyota Diesel, meskipun untuk mobil kecil yang lain menggunakan bensin tetapi tetap merupakan mobil yang irit bahan bakar seperti Daihatsu Charade, Suzuki Jimny, Susuki Carry, Daihatsu Zebra, dll namun untuk keperluan karyawan yang membutuhkan mobil pribadi akan disubsidi untuk mendapatkan mobil yang baik seperti Honda Civic, Mazda 626, Toyota Corona.


10. Keyakinan terhadap diri sendiri yang sangat kuat.

Kalau Bapak sudah memiliki keyakinan terhadap sesuatu, maka Bapak dengan cara penyampaian yang relatif mudah dipahami setiap orang akan menunjukkan bahwa konsep yang dimiliki adalah benar meskipun kadang-kadang tampak sedikit tidak masuk akal.

11. Buatlah orang menjalankan apa yang kita perintahkan tanpa harus mengucapkan kata perintah.

Perbanyaklah contoh tauladan yang jauh lebih mudah untuk dicontoh oleh lingkungan dan keluarga sekitar kita daripada kita lebih banyak omong tetapi tidak pernah berbuat sebagaimana yang kita omongkan. Karena orang akan dengan mudah membantah apa yang kita perintahkan karena kita tidak konsisten.

12. Fase Kepemilikan terhadap harta benda sudah menjadi masa yang lewat dan tidak pernah dipikirkan lagi.

Dari segitu banyak mobil dan rumah yang dimiliki Bapak sebagai pemilik perusahaan, tetapi hampir lebih dari 2/3 yang dimiliki sudah diberikan kepada orang lain bahkan sama sekali tanpa ada proses jual beli, mobil perusahaan diberikan kepada mereka yang keluar dari kantor, rumah yang ada boleh dipakai siapapun tanpa harus membayar sewa sama sekali, bahkan sebagian besar orang yang pernah berjasa kepada perusahaan diberi jatah masing-masing orang tanah seluas 400 meter persegi, dan kalau perlu diberikan sekalian proses pembangunan rumahnya. Tetapi hal ini sama sekali tidak berlaku bagi anak-anaknya. Setiap orang dari putra-putrinya hanya memiliki jatah satu rumah yang relatif sederhana dan tanah ala kadarnya, karena Bapak punya keyakinan bahwa tugas Bapak hanyalah mengantarkan putra-putra menjadi orang yang bisa mandiri dan tidak tergantung kepada orangtuanya sama sekali. Dan memang hal itu sama sekali tidak menjadikan kita anak-anaknya berpikiran negatif kepada Bapak. Rasanya kita semuanya relatif bisa mandiri sampai saat ini dan bahkan cenderung berlebih dibandingkan teman sebayanya.

'Tepo Seliro' dan kesederhanaan dalam berbagai hal tersebut seolah meyakinkan kita semua bahwa apa yang kita miliki itu benar-benar adalah titipan Allah semata hal-hal yang sifatnya kebendaan dan duniawi hanyalah sarana kita untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kalau toh akhirnya materi tersebut berlebih itu merupakan hak orang lain yang melewati jalur Bapak, oleh karena itu praktis apa yang dimiliki Bapak telah diberikan kepada banyak orang hanya dengan pemahaman bahwa setiap orang itu punya andil dalam proses keberhasilan Bapak seperti saat ini, betapapun bentuk keikutsertaanya dalam membangun usaha, menipu perusahaan, memanfaatkan perusahaan untuk keperluan pribadi, menjelekkan pribadi Bapak maupun berbagai hal yang kalau dilihat dari kacamata orang normal itu merupakan sesuatu yang rasanya pantas untuk menjadi dendam pribadi yang tak berkesudahan.

Malang memang seolah memberikan memori yang begitu baik terhadap Bapak sebagai seorang arsitek, konsultan, dan tokoh masyarakat mulai dari pembangunan kantor Kabupaten Malang di depan Masjid Jami', Masjid Sabilillah, Hotel Regent - dekat RSUD Syaiful Anwar, RS Syaiful Anwar, SMTA Salahuddin, SMA Negeri 1, SD Sabilillah, Kampus IKIP Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, Rumah Sakit Islam Malang, Masjid Batu, Masjid Bulu Lawang, SD Negeri Glintung I, TK Pertiwi, Masjid Bantaran, dan lain-lain proyek yang tak sempat terekam secara baik tetapi mungkin sudah tercatat dalam web site CV Adi.

Demikian sedikit gambaran mengenai diri Bapak yang sudah banyak sekali membantu orang tanpa merasa pernah melakukan pekerjaan tersebut dan selalu meyakini bahwa rejeki itu semuanya sudah diatur oleh yang kuasa yaitu Allah SWT.

Semoga kita semu anak keturunannya bisa mencontoh apa yang telah beliau lakukan pada masa mendatang. Amien.

2 komentar:

Samsjul Hudha mengatakan...

Bapak wafat tahun berapa mas..?

Anonim mengatakan...

Aku sangat kagum Mas... dengan budi luhur yang sudah Pakde ajarkan untuk keturunannya...

Saya pribadi pun pernah bicara langsung dengannya dan mendengar langsung pandangan pandangan pribadi beliau...

Satu hal yang aku kagum... waktu itu Pakde memutuskan untuk menggunakan mobil satu satunya.. Hijet 1000... untuk kendaraan operasionalnya... padahal karyawannya ada yang disuruh menggunakan mobil mazda 626.

Menurut saya gaya management yang dilakukan oleh Pakde sangat membumi... dan siapapun yang sudah dekat akan memahami mengapa dia mau menyerahkan kepercayaan dan bahkan hartanya untuk orang lain...
luar biasa...

Semoga kecintaan kita kepada dunia ini tidak akan mengalahkan kecintaan kita kepada Sang Pencipta kita..

Amin..