Minggu, 21 September 2008

Masjid Raya Sabilillah - Malang


























Pada setiap bulan Ramadhan, tak mungkin bisa kulupakan bahwa masjid Raya Sabilillah - Malang yang berada pada lokasi strategis pada lokasi masuk kota Malang, adalah salah satu peninggalan terbaik yang pernah di buat oleh ayahanda tercinta ( Alm. ) Asikin Soemarsono BAE, cukup seorang diploma bukan Sarjana namun karyanya masih tersebar di Jawa Timur sampai sekarang mulai Rumah Sakit hingga Kampus, sedangkan Masjid yang beliau bantu bangun tersebar mulai dari Banyuwangi - ujung Jawa Timur sampai Ambarawa....yang sudah masuk wilayah Jawa Tengah...biasanya kita sekeluarga kalau bisa berkumpul lebaran di Malang akan melakukan sholat Idul Fitri di Masjid ini.

Berikut adalah beberapa penggalan dari dokumentasi ta'mir masjid Raya Sabilillah Malang tersebut :


Sambutan Walikota Malang tahun 1980


Bismillahirrahmirrahim

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sebuah masjid adalah rumah Allah Subhanahu wa taala. Dari sana memancar cahaya keimanan yang lebar, menyentuh kehidupan umat manusia. Dari sana dikumandangkan suara ketaqwaan yang tak habis-habisnya, masuk dan mengisi kedalam jiwa. Dari sana dipancarkan semangat jihad yang panjang, jihad adalah pusat kebudayaan, dari sana diteruskan ke seluruh penjuru bumi, kesepanjang jalan sejarah berbagai-bagai hasil akal-budi manusia sehingga kehidupan menjadi maslahat, menjadi berguna dalam keluhuran akhlak, dalam perdamaian, menjadi tetap dalam keinginan Allah dan menjadi jauh dari kemurkaanNya.

Masjid Raya Sabilillah yang didirikan di pintu gerbang kota Malang ini diharapkan akan berfungsi seperti disebut di atas, Ia akan menjadi makmur dalam siraman iman dari para jamaah yang datang bersujud ke haribaan Allah s.w.t. Akan menjadi pusat dari berbagai kegiatan manusia dalam perjuangan mereka mendekatkan diri kepada sang Pencipta Agung.

Menamakan sebagai Masjid Raya 'Sabilillah' bukan tidak mengandung maksud dan keinginan yang luhur. Masjid ini akan terus merupakan benteng para syuhada yang berperang melawan segala nafsu angkara murka, agar manusia Indonesia akan tampil sebagai manusia yang utuh menjaga hak dan sejarah mereka.

Pembangunan adalah suatu bagian dari usaha kita berperang melawan nafsu angkara murka yang terus menggoda diri kita. Semakin jauh kita dari keimanan, semakin jauh kita dari sujud dan dzikir kepada-Nya,semakin cedera usaha pembangunan manusia Indonesia secara utuh.

Berangkat dari pikiran-pikiran itu, saya - sebagai Walikotamadya - telah bersungguh-sungguh memperhatikan usaha pembangunan mesjid ini, sejak awal-mula dikerjakan. Banyak keinginan kita dengan mesjid ini yang belum rampung, tetapi saya telah melihat sendiri, betapa panitia pembangunan masjid ini telah bekerja keras, dengan penuh iklas untuk mendirikan sebuah rumah Allah SWT, Saya menyampaikan hormat dan salam saya kepada saudara-saudara tersebut, atas segala amal-bakti mereka, walaupun saya tahu bahwa Allah telah berjanji akan mendirikan rumah di Surga bagi mereka yang telah bekerja membangun rumah Allah di bumi.

Hari-hari selanjutnya akan kita isi dengan merawatnya, memakmurkannya, mendaya-gunakannya demi tercapainya hari esok manusia Indonesaia yang sempurna pribadinya. Masyarakat Malang tidak saja berbanggaa hati dengan berdirinya masjid ini, tetapi mereka sebagaimana telah terbukti berkali-kali, akan mengambil hikmah dari sebuah bangunan suci seperti ini untuk meningkatkan pengabdian mereka kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia. Amin..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Malang, 3 Juni 1980

Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Malang

ttd.

Sugiyono

===================


SELAYANG PANDANG PEMBANGUNAN MASJID


Ketika terjadi pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, setiap pejuang yang mencintai kemerdekaan Indonesia ikut mengangkat senjata dalam mengusir tentara sekutu. Dari kota Malang tidak sedikit para pejuang yang berani meninggalkan kotanya guna ikut bergabung bersama para pejuang lainnya. Pada minggu ke empat di bulan Nopember, pasukan-pasukan yang tergabung dalam barisan Hizbullah dan barisan Sabilillah mengalir ke medan pertempuran di Surabaya. Barisan Hizbullah dan Sabilillah itu bertempur di bawah komando Imam Sudja'i. Dan di antara mereka tidak sedikit yang gugur sebagai kusuma bangsa di daerah pertempuran, mulai dari Wonokromo, Waru, Buduran dan tempat-tempat lainnya.

Pada masa revolusi kemerdekaan peranan pemuda-pemuda Islam dan para ulamanya bagi perjuangan bangsa Indonesia tidaklah kecil artinya. Barisan Hizbullahh menghimpun kekuatan pemuda-pemuda Islam yang tersebar dimana-mana. Sedang barisan Sabilillah menghimpun para santri dan ulama untuk saling bahu membahu dalam satu kekuatan guna mengusir penjajah. KH Zainul Arifin, Panglima Hizbullah, dan KH Mansyur, Panglima Sabilillah, juga para pejuang ulama lainnya, telah ikut menyumbangkan darma-baktinya dalam mengisi sejarah perjuangan bangsa.

Sebagai kenangan bagi ulama Islam yang berjiwa patriotik, maka mesjid Raya ini dibangun untuk dijadikan kenangan atas pengorbanan mereka. Selain dimaksudkan sebagai rumah ibadah, Masjid Raya ini dimaksudkan sebagai monumen perjuangan, dimana para ulama yang tergabung dalam barisan Sabilillah pernah berjasa dalam sejarah perjuangan bangsa. Untuk menghormati dan mengabadikan ketaqwaan kepahlawanan para ulama serta untuk meneladani semangat perjuangan dalam membela agama, bangsa dan tanah-air, maka Masjid Raya ini diberi nama Sabilillah.

Tahap Pembangunan Masjid.

Sejak awal tahun 1968 sudah ada keinginan untuk membuat masjid yang lebih besar. Sebab masjid lama yang sudah berdiri sejak lama tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan jama'ah yang kian bertambah dari hari ke hari. Pada bulan Juli 1968 terbentuklah Panitia Pembangunan Masjid Belimbing di Kotamadya Malang atas petunjuk KH. Nakhrawi Thohir, yang kini telah meninggal dunia.

Usaha pengumpulan dana mulai dijalankan. Peletakan batu pertama dilakukan lebih dari sekali. Dan pada pertengahan tahun 1974 ikhtiar pembangunan masjid ini belum juga memperoleh kemajuan. Malahan dalam waktu yang cukup lama pembangunan masjid ini mengalami kemacetan. Kemudian pada 4 Agustus 1974 atas prakarsa KH Masykur diselenggarakan pertemuan dirumah beliau di Singosari, Malang. Beberapa orang diundang untuk melanjutkan pembangunan masjid yang mengalami hambatan. Pada pertemuan itu akhirnya diputuskan untuk merombak kepengurusan panitia, mengubah cara kerja dan berusaha membangun masjid ini lebih baik lagi. Rencana permulaan ditingkatkan lebih jauh, dan masjid ini diusahakan menjadi masjid yang monumental, memiliki mutu arsitektur yang baik sesuai dengan kemajuan perkembangan pembangunan materiil dan spiritual.

Dan pada 8 Agustus 1974 pembangunan masjid ini mulai digiatkan kembali. Terkadang mengalami kelambanan tetapi usaha membangun masjid ini kian ditingkatkan saja. Pada prinsipnya pelaksanaan pembangunan masjid itu dikerjakan oleh panitia, mulai dari memenuhi kebutuhan bahan-bahan bangunan dan rencana konstruksi bangunan masjid. Pelaksanaan pada bagian-bagian tertentu pada bangunan masjid diserahkan pada pihak kontraktor dengan melalui sistem tender ataupun mendapat bantuan dari pihak pemerintah Daerah tingkat II Kotamadya Malang ataupun dari perusahaan-perusahaan lainnya. Tidak kurang dari 6 tahun untuk menyelesaikan masjid ini.

Dana

Tentu saja tidak bertentangan dengan syari'at Islam maupun yang tidak bertentangan dengan peraturan pemerintah, yang dilakukan panitia dalam mengumpulkan dana dan bantuan. Panitia mengirimkan surat-surat resmi kepada berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan-perusahaan swasta, juga kepada pemerintah Saudi Arabia serta para penyumbang lainnya yang jumlahnya tidak terhingga. Semua sumbangan yang masuk itu oleh panitia tercatat dengan bukti pembayaran.

Untuk mengamankan dana yang diterima, panitia juga membuka rekening giro di bank Bumi Daya Cabang Malang, di Bank itu dijadikan wadah untuk penyimpanan dana pembangunan masjid. Pengambilan uang di bank dilakukan sesuai dengan jadwal kerja yang terperinci. Dan bantuan dari pihak pemerintah disalurkan melalui pemerintah Daerah tingkat II Kotamadya Malang, Panitia menerima bantuan itu setahap demi setahap sesuai dengan apa yang dikerjakan. Dengan demikian pemerintah daerah secara tidak langsung juga ikut mengawasi jalannya pembangunan masjid itu.

Data Fisik Bangunan Masjid.

Di atas tanah seluas 8.100 m2 kompleks Masjid Raya Sabilillah ini didirikan. Kompleks masjid ini terdiri dari atas tiga bangunan : Bangunan Induk Masjid, Bangunan Menara dan Bangunan Pelengkap. Bangunan yang terakhir ini terdiri dari ruang kantor, aula, tempat wudhu, dan ruangan untuk sekolah Taman Kanak-kanak.

Bangunan induk masjid yang terdiri dua lantai ini berukuran 1.800 m2. Bangunan lantai pertama seluas 1.600 m2 dan bangunan lantai dua seluas 650 m2. Di atas bangunan ini terdapat kubah ( atap melengkung yang merupakan setengah bulatan ) bergaris tengah 20 m2, semua bangunan induk masjid ini berkonstruksi beton.

Disebelah kanan bangunan induk masjid terdapat menara setinggi 45 meter. Angka ini mengingatkan tahun perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia. Bangunan menara ini bergaris tengah 3 m, sedang bangunan pelengkap yang luasnya 800 m2 juga terdiri dari 2 lantai. Pada lantai pertama terdapat kantor ta 'mir, tempat wudhu dan ruang sekolah Taman Kanak-kanak. Sedang pada lantai kedua terdapat aula dan perpustakaan. Masjid Raya Sabilillah ini juga diterangi penerangan listrik yang berkekuatan 8600 watt / 110 volt.



Masjid yang dibangun dan didirikan termasuk diantaranya oleh mantan menteri Agama Republik Indonesia - KH. Mansyur dan terus dilanjutkan oleh puteranya Prof. Dr. KH. Mochamad Tolchah Hasan - yang juga pernah menjadi Menteri Agama RI Era Pemerintahan Presiden Gus Dur dari tahun 1999 hingga 2001 yang lalu.

Sabtu, 13 September 2008

Pandawa 5


Ini adalah foto dari keluarga besar Orangtua Bapakku di Semarang yaitu keluarga Abdul Madjid dan Sofiah dimana ibu Bapak adalah puteri nomor 1, sedangkan dari keluarga mbak Puteri - Soetji Noernani, ada 7 orang putera/i yaitu :














Saat ini dari keluarga Alm Bapak yang masih ada semuanya masih sangat rukun, namun dari 5 orang laki-laki terbesar Bapak, Om John dan Om Yaik semuanya telah meninggal, mudah-mudahan keluarga besar yang lain masih diberi kesehatan yang prima sehingga semua anakku bisa mengenal beliau dengan lebih baik.

Ini adalah keluarga Bapak yang lain, dimana semua adik perempuan terpaut jauh dengan Bapak sehingga kalau bertemu bapak seperti bertemu dengan Orangtuanya sendiri..lebih dari 20 tahun selisih usia bapak dengan adik-adik perempuannya..


Almarhumah Ibuku - Sri Djuhaniyah



Waktu itu aku masih bersekolah di SMPN 3 Malang, saat informasi itu datang kepadaku, ibuku yang telah lama sakit meskipun tidak pernah terdengar mengeluh kesakitan harus kembali ke haribaan Allah SWT...masih jelas dalam ingatanku bahwa beliaulah yang selalu mengantarku ke rumah sakit saat aku harus rutin berobat jalan ke rumah sakit, dan akulah yang paling dekat dengan beliau karena sekolahku sangat dekat dengan rumah tinggalku..


Tepat pada tanggal 27 Mei 1980, ibuku tercinta meninggal dunia, beliau memang sakit sejak lama sejak kepindahan beliau ke Malang pada tahun 1971...ini adalah bagian dari pengalaman keluarga bahwa sayang anak itu belum tentu baik bagi anak-anak, karena ibuku dari keluarga berada di Semarang, ternyata sejak kecil ibuku tidak terlatih berjalan tidak pakai sandal, sehingga hal itu malah menyebabkan jantung ibuku menjadi lemah sehingga pada saat kita masih kecil, bapak mengajari kita semua untuk lebih bisa hidup dekat dengan alam sehingga kita sekarang mendapatkan manfaatnya besar sekali bagi kesehatan kita semua.

Secara fisik ibuku sangat mirip dengan mbak Yanti, baik pada masa mudanya maupun hingga penampilan mbak Yanti sekarang..

Semoga beliau berdua - ibu bapak kandungku - yang telah lama kembali ke rahmatullah bisa bersanding di surga, karena tanpa beliau berdua tidak akan pernah aku muncul ke dunia ini dengan segala karakter dan sifatku sekarang ini.

Almarhum Bapakku - Asikin Soemarsono - Idolaku








Dengan prinsip 'Segala sesuatu yang terjadi dihadapan kita baik itu yang kelihatannya positif maupun yang tampaknya menyedihkan pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya kalau kita bisa bersabar menerima dan pasrah terhadap apa yang kita upayakan dengan maksimal' membuat Bapak selalu sehat baik fisik maupun rohani, praktis sejak muda hingga sekarang jarang sekali Bapak beristirahat di rumah karena alasan sakit dan memang frekuensi sakitnya pun sangatlah jarang itupun hanya flu biasa. Apalagi dengan keaktifan Bapak dalam Satria Nusantara bahkan berperan sebagai Bendahara SN Malang hingga saat sebelum meninggal, di kalangan teman-teman seusia Bapak, beliau sangatlah sehat baik fisik maupun rohani. Ada beberapa hal yang perlu dicontoh dan ditauladani dari keseharian Bapak selama ini :


1. Kesederhanaan dalam Berpakaian.

Dengan memahami pengertian sepenuhnya bahwa seseorang itu dihargai bukan karena tampilan fisiknya tetapi karena kemampuan otaknya maka Bapak berhasil menampakkan satu sosok yang konsisten dalam kehidupan yang tampak sederhana tetapi sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Orang yang pertama kali bertemu dengan Bapak tidak akan pernah menyangka bahwa Bapak adalah salah satu Direktur dari sebuah konsultan kenamaan dan beberapa perusahaan di Jawa Timur ini.


2. Kesederhanaan dalam Cara Berpikir.

Seringkali kita menghadapi problem yang menurut kita sudah cukup kritis ternyata dengan cara melihat permasalahan yang bisa sama sekali berbeda, bisa didapatkan penyelesaian masalah yang luar biasa mudah sebenarnya.


3. Kesederhanaan dalam penampilan.

Siapapun yang dihadapi maupun ditemui Bapak baik itu orang penting, pejabat maupun yang lain, tidak terjadi perubahan yang drastis dalam cara berpakaian Bapak, sehingga seringkali orang akan salah menilai kualitas dan kemampuan Bapak. Kita harus menyadari bahwa manusia hidup itu sudah pasti akan mengalami kesulitan tetapi kemudahan dan kemewahan itu belum tentu bisa dinikmati oleh semua orang, oleh karena kalau kita sudah terbiasa hidup sederhana sangatlah mudah untuk menjadi orang kaya. Ada kalimat yang mengatakan bahwa 'tukang becakpun kalau diberi pakaian jenderal dia akan mampu berlagak bak seorang jenderal, tetapi untuk menjadi jenderal beneran itu yang tidak gampang'.


4. Kesederhanaan dalam konsep Desain Bangunan.

Kalau kita amati hasil bangunan yang Bapak hasilkan terlihat kesan sederhana dalam desain bangunan namun kalau ditinjau dari sisi fungsional akan terasa sekali bahwa layout ruangan sangat bagus untuk dipergunakan sesuai dengan kebutuhan pendirian bangunan, sehingga orang baru bisa mengerti kelebihan setelah masuk kedalam bangunan tersebut.


5. Keyakinan bahwa setiap orang punya kemampuan apapun latar belakang yang dia miliki.

Bisakah kita bayangkan bahwa kita memulai sesuatu usaha dengan dukungan orang-orang yang memiliki latar belakang SD, STM, SMA bahkan lulusan SMA jurusan Sosial dalam satu bidang yang sarat dengan ilmu teknik bangunan. Sudah lebih dari 300 orang yang dilahirkan dari Biro Arsitek dan Insinyur ADI ini dan rata-rata mereka merasakan manfaat yang diperoleh selama bekerja di CV. ADI.


6. Keyakinan bahwa Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi tanpa adanya ikatan dinas bagi perusahaan.

Bisa dilihat berapa banyak orang yang sudah diberi kesempatan untuk menyelesaikan sekolah Tinggi maupun Perguruan Tinggi dan berhasil meraih gelar sarjana meskipun dengan latar belakang yang sangat beragam, dan pada saat selesai sekolah mereka berhenti dari pekerjaan adalah sesuatu yang wajar terjadi di CV. ADI, meskipun biaya sekolah, waktu belajar seringkali berbentrokan dengan kebutuhan bisnis perusahaan tetapi pengaturan waktu tersebut sangat fleksibel yang membuat orang yang bekerja tetap bisa meraih gelar kesarjanaan sebagaimana yang diinginkan. Demikian pula setiap orang yang mendapatkan sepeda motor dalam menjalankan tugas pada saat dia mengundurkan diri perusahaan maka kendaraan tersebut seolah merupakan jatah pribadi personal tersebut.


7. Investasi terhadap tools yang baik adalah merupakan suatu keharusan bagi Bapak.

Teringat pada saat saya masih kuliah dimana Bapak hanya memberikan uang kuliah yang relatif sangat sedikit untuk ukuran kelas kebanyakan bahkan dengan harga sepatu Rp. 6.000 ( tahun 1985 ), namun saya memiliki kalkulator yang sangat bagus maupun komputer yang pertama dilingkungan teman-teman seangkatan kuliah. Kursus komputer sudah saya selesaikan pada tahun 1985 dimana harga komputer masih sangat mahal pada saat itu. Demikian pula dengan peralatan kantor yang termasuk kelas satu untuk jenis usaha sekelas yang ada bahkan untuk kelas di Jawa Timur. Tidak salah kalau Bapak membeli sekian banyak komputer untuk menguasai AutoCAD bagi kemudahan desain dan proses revisi pada setiap proyek yang dikerjakan perusahaan sehingga akhirnya tim CV Adi menjadi salah satu konsultan yang mampu bertahan hingga saat ini yang sudah berusia 20 tahun tersebut.


8. Selalu bersiap menghadapi kondisi usaha terjelek sehingga kelebihan pendapatan diwujudkan dalam bentuk aset yang cukup.

Puluhan hektar tanah, puluhan rumah maupun puluhan perusahaan sudah dipersiapkan Bapak dalam upaya bersiap diri menghadapi kondisi terjelek bagaimanapun, bisa dibayangkan apabila pada tahun 1986 dimana TMP terjadi di Indonesia dari sekitar 90 proyek per tahun tinggal 4 proyek dalam setahun yang bisa dikerjakan, sehingga diversifikasi yang dilakukan adalah memanfaatkan tanah yang ada sebagai ladang untuk berswasembada menghadapi kondisi tersebut, swasembada beras, produksi susu sapi perah, memelihara ikan mas dan lele, membuka ladang jeruk, membuka pabrik tegel maupun paving stone, dan berbagai usaha yang diupayakan agar roda usaha maupun kelangsung karyawan tetap bisa dipertahankan.


9. Harmoni dengan lingkungan sekitar selalu dipertahankan.

Meskipun secara materi Bapak mampu membelikan mobil paling mahal saat itu, Bapak merasa bahwa tempat tinggal kita bukanlah lingkungan yang cocok untuk kondisi berlebih-lebih pada saat itu sehingga pemakaian mobil diesel merupakan suatu pilihan yang diambil baik bagi operasional perusahaan maupun keperluan keluarga, 3 buah Chevrolet Diesel, Holden Gemini Diesel, Daihatsu Taft Diesel, VW Kodok, Jeep Toyota Diesel, meskipun untuk mobil kecil yang lain menggunakan bensin tetapi tetap merupakan mobil yang irit bahan bakar seperti Daihatsu Charade, Suzuki Jimny, Susuki Carry, Daihatsu Zebra, dll namun untuk keperluan karyawan yang membutuhkan mobil pribadi akan disubsidi untuk mendapatkan mobil yang baik seperti Honda Civic, Mazda 626, Toyota Corona.


10. Keyakinan terhadap diri sendiri yang sangat kuat.

Kalau Bapak sudah memiliki keyakinan terhadap sesuatu, maka Bapak dengan cara penyampaian yang relatif mudah dipahami setiap orang akan menunjukkan bahwa konsep yang dimiliki adalah benar meskipun kadang-kadang tampak sedikit tidak masuk akal.

11. Buatlah orang menjalankan apa yang kita perintahkan tanpa harus mengucapkan kata perintah.

Perbanyaklah contoh tauladan yang jauh lebih mudah untuk dicontoh oleh lingkungan dan keluarga sekitar kita daripada kita lebih banyak omong tetapi tidak pernah berbuat sebagaimana yang kita omongkan. Karena orang akan dengan mudah membantah apa yang kita perintahkan karena kita tidak konsisten.

12. Fase Kepemilikan terhadap harta benda sudah menjadi masa yang lewat dan tidak pernah dipikirkan lagi.

Dari segitu banyak mobil dan rumah yang dimiliki Bapak sebagai pemilik perusahaan, tetapi hampir lebih dari 2/3 yang dimiliki sudah diberikan kepada orang lain bahkan sama sekali tanpa ada proses jual beli, mobil perusahaan diberikan kepada mereka yang keluar dari kantor, rumah yang ada boleh dipakai siapapun tanpa harus membayar sewa sama sekali, bahkan sebagian besar orang yang pernah berjasa kepada perusahaan diberi jatah masing-masing orang tanah seluas 400 meter persegi, dan kalau perlu diberikan sekalian proses pembangunan rumahnya. Tetapi hal ini sama sekali tidak berlaku bagi anak-anaknya. Setiap orang dari putra-putrinya hanya memiliki jatah satu rumah yang relatif sederhana dan tanah ala kadarnya, karena Bapak punya keyakinan bahwa tugas Bapak hanyalah mengantarkan putra-putra menjadi orang yang bisa mandiri dan tidak tergantung kepada orangtuanya sama sekali. Dan memang hal itu sama sekali tidak menjadikan kita anak-anaknya berpikiran negatif kepada Bapak. Rasanya kita semuanya relatif bisa mandiri sampai saat ini dan bahkan cenderung berlebih dibandingkan teman sebayanya.

'Tepo Seliro' dan kesederhanaan dalam berbagai hal tersebut seolah meyakinkan kita semua bahwa apa yang kita miliki itu benar-benar adalah titipan Allah semata hal-hal yang sifatnya kebendaan dan duniawi hanyalah sarana kita untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kalau toh akhirnya materi tersebut berlebih itu merupakan hak orang lain yang melewati jalur Bapak, oleh karena itu praktis apa yang dimiliki Bapak telah diberikan kepada banyak orang hanya dengan pemahaman bahwa setiap orang itu punya andil dalam proses keberhasilan Bapak seperti saat ini, betapapun bentuk keikutsertaanya dalam membangun usaha, menipu perusahaan, memanfaatkan perusahaan untuk keperluan pribadi, menjelekkan pribadi Bapak maupun berbagai hal yang kalau dilihat dari kacamata orang normal itu merupakan sesuatu yang rasanya pantas untuk menjadi dendam pribadi yang tak berkesudahan.

Malang memang seolah memberikan memori yang begitu baik terhadap Bapak sebagai seorang arsitek, konsultan, dan tokoh masyarakat mulai dari pembangunan kantor Kabupaten Malang di depan Masjid Jami', Masjid Sabilillah, Hotel Regent - dekat RSUD Syaiful Anwar, RS Syaiful Anwar, SMTA Salahuddin, SMA Negeri 1, SD Sabilillah, Kampus IKIP Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, Rumah Sakit Islam Malang, Masjid Batu, Masjid Bulu Lawang, SD Negeri Glintung I, TK Pertiwi, Masjid Bantaran, dan lain-lain proyek yang tak sempat terekam secara baik tetapi mungkin sudah tercatat dalam web site CV Adi.

Demikian sedikit gambaran mengenai diri Bapak yang sudah banyak sekali membantu orang tanpa merasa pernah melakukan pekerjaan tersebut dan selalu meyakini bahwa rejeki itu semuanya sudah diatur oleh yang kuasa yaitu Allah SWT.

Semoga kita semu anak keturunannya bisa mencontoh apa yang telah beliau lakukan pada masa mendatang. Amien.

Senin, 08 September 2008

Mantu Adik Terakhir



Akhirnya 22 Desember 2007 menjadi mantu terakhir untuk Mama, karena Ima adikku yang terkecil sudah menemukan pria idamannya...semoga keinginannya membina rumah tangga yang sakinah, ma wahdah tercapai...amien...

Alhamdulillah pada saat acara pernikahan itu kita semua bisa datang termasuk adik-adik Bapak dan Ibu yang mayoritas berada di luar kota...

Hal ini terasa mengharukan karena si Ima menikah di Masjid yang telah dirancang oleh Bapak pada tahun 1980-an - Masjid Sabilillah Malang, sementara Bapak sudah tidak bisa mendampingi lagi pernikahan Ima karena beliau telah berpulang ke rahmatullah pada tanggal 9 September 2004 tepat pada tanggal meninggalnya Nenek kita - Soetji Noernani - 9 September 1980.

Sehingga yang menjadi wali nikah adalah kakak tertua yaitu mas Hari..



Ahmad Rudy Budiarto

Rudy,

Saat ini sedang di Jakarta untuk mengembangkan usaha sejenis dengan aku yaitu bidang IT dengan nama PT. MMT System, dan pada saat yang sama sekarang ini di Malang juga sudah mulai berkembang COSMICS yang berorientasi pada pengembangan Multimedia dan Broadcasting dulu sempat mengembangkan usaha dengan nama Bulir Padi Nusantara cuman tidak tahu perkembangannya bagaimana.

Khaul ke 4 - Ayahanda Asikin Soemarsono

Hari minggu yang lalu, mayoritas dari kita semua datang ke rumah Bapak di Malang untuk mengadakan pengajian untuk mengingat meninggalnya bapak kami pada tanggal 9 September 2004 yang lalu.

Memang karena sekarang masing-masing anggota tim memiliki kesibukan sehingga tidak semuanya bisa menghadirinya , mas Jojok di Bogor, Rudi di Jakarta, Ira di Jakarta, namun secara umum kita semua memang bisa memakluminya, karena saat ini tidak mudah semua orang bisa berkumpul pada saat yang sama apalagi kalau bukan pada musim liburan...